Bahagia menjadi Orang Tua dan Gurunya Manusia

Bahagia menjadi Orang Tua dan Gurunya Manusia

Sdyppsb3.sch.id – Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) bekerja sama dengan Komite TK YPPSB menyelenggarakan seminar pendidikan “Bahagia Menjadi Orang tua dan Gurunya Manusia” bertempat di GSG Bukit Pelangi dengan mendatangkan pemateri Munif Chatib dari Surabaya. Rabu, (13/03).

Seminar ini diselenggarakan sehari dan terdiri dari dua sesi. Sesi pertama materi ditujukan untuk para orang tua siswa dengan tema “Orang Tuanya Manusia: Melejitkan Potensi dan Kecerdasan anak”. Sesi kedua ditujukan untuk para guru dengan tema “Gurunya Manusia: Menjadikan Semua Anak Spesial dan Semua Anak Juara”.

Berikut adalah beberapa poin materi yang disampaikan narasumber Munif Chatib pada sesi pertama bersama para orang tua adalah:
1. Membangun paradigma mendidik anak:
*Memposisikan bahwa anak kita bukan kita, mereka punya dunia sendiri.
*Harus yakin semua anak adalah bintang, apapun kondisinya.
*Sebagai orang tua harus fokus pada kelebihan anak, bukan kekurangannya.

2. Pola asuh mendidik anak:
*Setiap orang tua harus memahami perkembangan anak
*Setiap orang tua harus memahami kebutuhan anak sesuai usianya
*Setiap orang tua harus melakukan komunikasi dengan tepat kepada anaknya.

3. Memantik bakat dan minat anak
*Orang tua harus perhatikan rasa suka anak karena bisa jadi itu adalah bakatnya.
*Orang tua harus paham bahwa bakat bisa tidak muncul, maka jangan dipaksakan.
*Orang tua harus mampu mengantarkan anaknya menjadi pembelajar cepat dan berkarya

Adapun poin-poin materi yang disampaikan pada sesi kedua bersama para guru adalah:

1. Bintang, memandang setiap anak yang dilahirkan adalah juara. Guru harus mampu merobohkan semua penghalang, dan jangan bangun kembali penghalang itu. Harus yakin bahwa anak-anak didiknya adalah bintang sang juara.

2. Samudera, memandang kemampuan anak didik seluas samudera. Menjadi guru harus memiliki pandangan bahwa keberhasilan anak didik tidak hanya melulu dilihat dari nilai akademis.

3. Harta Karun, memandang setiap anak itu cerdas dan punya Harta Karun (multiple intelegence) sendiri-sendiri. Jangan pernah paksakan keahlian anak kalau itu bukan keahliannya.

4. Penyelam, memandang setiap anak memiliki kemampuan yang terpendam meskipun dengan keterbatasannya. Sehingga guru harus mampu menyelami dan menemukannya.

5. Bakat, memandang setiap anak didik memiliki bakat masing-masing yang tentunya tidak bisa dipaksakan. Seorang guru harus bisa memahami yang berkembang pada anak itu bakat atau minatnya.

Setiap anak adalah produk agung dari Sang Maha Kuasa, tidak mungkin ia adalah produk gagal. Setiap anak yang hadir di planet bumi ini juga pasti memiliki misi tersendiri ketika diciptakan oleh Tuhan. Pasti tidak ada yang sia-sia dan pasti akan bermanfaat sesuai dengan kondisinya masing-masing. (Syam)

Tags: , , ,

Subscribe

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Sering-sering mengunjungi website kami untuk memperoleh informasi terbaru mengenai sekolah kami.

No Responses

Leave a Reply